Home / MAGETAN

Thursday, 18 September 2025 - 08:33 WIB

Petani Kentang Magetan Terkendala Panen, Wakil Bupati Turun Tangan Jadi Mediator

Wabup Magetan bersama petani. foto/prokopimkabmagetan

Wabup Magetan bersama petani. foto/prokopimkabmagetan

Magetan, lintasM – Sejumlah petani kentang di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menghadapi kendala dalam proses panen. Meski kentang sudah memasuki usia panen, hasil pertanian itu belum bisa dipanen karena adanya kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan makanan dan minuman besar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Untuk mencari solusi, Wakil Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti atau Kang Suyat, turun langsung menjadi mediator antara petani dengan pihak perusahaan.

“Kapasitas pabrik untuk mengolah kentang saat ini sedang overload karena panen kentang secara nasional melimpah,” jelas Kang Suyat.

Produksi Kentang Melonjak Tajam

Pihak pabrik menyebutkan, hasil panen kentang kali ini meningkat signifikan. Biasanya, produksi hanya sekitar 7,5 kilogram per 1 kilogram bibit, namun tahun ini melonjak hingga 20 kilogram per 1 kilogram bibit kentang.

Baca Juga  Rumah Warga di Magetan Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Lonjakan produksi ini menyebabkan pabrik kewalahan menampung hasil panen dari berbagai daerah.

Solusi di Daerah Lain Belum Bisa Diterapkan di Magetan

Menurut Kang Suyat, di beberapa daerah lain persoalan serupa diatasi dengan melakukan panen tepat waktu, lalu menyimpan hasil panen di mesin pendingin (cold storage). Namun, solusi itu sulit diterapkan di Magetan.

“Tanah untuk menanam kentang di Magetan mengandung terlalu banyak pupuk dan pestisida, sehingga penyimpanan di mesin pendingin tidak bisa optimal,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Ponorogo Apresiasi Brigade Penolong 13.02 Pramuka, Pilar Kemanusiaan di Daerah Rawan Bencana

Mediasi Capai Titik Terang

Dari hasil mediasi, diputuskan bahwa persoalan ini akan mulai teratasi dalam dua pekan ke depan. Pabrik akan menyesuaikan kapasitas agar kentang petani Magetan bisa segera dipanen.

“Petani khawatir apabila kentang yang sudah cukup umur tidak segera dipanen, kualitasnya akan menurun. Karena itu, solusi cepat harus diambil,” tegas Kang Suyat.

Ia juga menekankan bahwa permasalahan ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. “Pemerintah harus aktif dan responsif terhadap masukan masyarakat, khususnya petani,” tambahnya.(red)

Tentang Penulis

Share :

Baca Juga

MAGETAN

Bobol Toko Emas hingga Rp1 Miliar, Komplotan Spesialis Lintas Kota Dibekuk

MAGETAN

Respons Cepat Polisi Magetan Bersama BPBD, Pohon Tumbang di Jalur Tawangmangu–Plaosan Berhasil Dievakuasi

MAGETAN

Istighosah dan Doa Bersama Akhir Tahun 2025, Pemkab Magetan Panjatkan Harapan Sambut 2026

MAGETAN

Satgas Pangan Bersama Bupati Magetan Pantau Pasokan dan Harga Bapokting Jelang Nataru 2026

MAGETAN

Pemkab Magetan Mantapkan Kesiapsiagaan Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Bupati magetan di Hakordia 2025

MAGETAN

Perempuan Penyelenggara Negara Didorong Jadi Teladan Integritas di Hakordia 2025

MAGETAN

Polres Magetan Kawal Ketat Rombongan Calon Warga Baru IKS PI Kera Sakti Menuju Padepokan Pusat Madiun
Bupati Magetan

MAGETAN

Bupati Magetan Ikuti Zoom Evaluasi Percepatan Pembangunan KDKMP, Presiden Tekankan Swasembada Pangan